11 Mei 2014 - 17:55
Khatib Jumat Tehran Minta Tim Juru Runding Iran Waspadai Sikap AS

Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani menegaskan, seluruh rakyat Iran harus mendukung tim Juru Runding nuklir dalam menempuh jalan terjal perundingan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Khatib Shalat Jumat Tehran meminta tim Juru Runding nuklir Iran untuk selalu waspada dalam melakukan perundingan dan sepenuhnya melangkah di jalan kepentingan bangsa Iran.


Ayatullah Mohammad Ali Movahedi Kermani menegaskan, seluruh rakyat Iran harus mendukung tim Juru Runding nuklir dalam menempuh jalan terjal perundingan.

 

Menyinggung statemen terbaru John Kerry, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat terkait Iran yang harus mengambil keputusan-keputusan sulit dalam perundingan, Ayatullah Kermani mengatakan, "Amerikalah yang harus mengambil keputusan sulit untuk mencapai hasil perundingan nuklir dengan Iran dan harus mengakhiri sikap congkak serta arogannya dalam menghadapi rakyat Iran juga negara-negara yang lainnya."


Menurutnya Amerika hanya mengejar ketamakannya dalam perundingan nuklir. Mereka harus tahu, Iran mengupayakan dengan serius pencapain tujuannya dan sampai kapanpun tidak akan pernah mengabaikan hak nuklirnya.

 

Rakyat Iran, katanya, adalah orang-orang rasional, taat aturan dan mengedepankan dialog, akan tetapi Amerika tidak akan pernah menghentikan permusuhannya dengan rakyat Iran.

 

Ia menambahkan, berdasarkan rekam jejak Amerika di Iran, rakyat tidak akan pernah mempercayai Amerika, pasalnya negara itu berulangkali berkhianat kepada Iran.

 

Terkait fatwa Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran tentang haramnya penggunaan senjata pemusnah massal, Ayatullah Kermani menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengejar senjata nuklir dan bahkan dalam menghadapi musuh-musuhnya pun Tehran tidak akan pernah menggunakan senjata jenis ini.

 

Sehubungan dengan kekhawatiran Amerika dan rezim Zionis Israel atas pulihnya hubungan Iran dengan sejumlah negara, Khatib Jumat Tehran mengatakan, "Amerika tidak ingin Iran menjalin hubungan persahabatan dengan negara-negara dunia dan tidak ingin masyarakat internasional mengenal Iran lebih dalam."

 

Ayatullah Kermani juga menilai klaim Amerika terkait kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia di Iran sebagai sikap ganda Barat dan mereka yang menentang hukum mati di Iran padahal di negaranya sendiri menerapkan hukum ini.

 

"Pandangan Amerika dan Iran soal transformasi dunia sama sekali berbeda dan sikap Iran adalah membela kaum tertindas di dunia, sementara sikap Amerika adalah mendukung pembantaian dan perang di negara-negara seperti Suriah," lanjutnya.

 

Kondisi Suriah saat ini, katanya, bisa diharapkan dan pemerintah Damaskus dalam beberapa hari terakhir berhasil melemahkan kekuatan para teroris. (IRIB)